ITS Bekerja sama dengan PT PLN Gelar Pelatihan dan Sertifikasi K3

Pelatihan dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Tekno Sains ITS

Kampus ITS, ITS News — Menindaklanjuti pengembangan inovasi rumah tahan gempa Bangunan Instan Modular Sederhana (BIMA)Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bekerja sama dengan PT PLN, perhelatan tersebut digelar di Novotel Samator Surabaya, Rabu (13/12).

Ketua tim riset, Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT mengatakan, kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari rangkaian pengembangan BIMA yang telah di Desa Sumberejo, Paiton, Probolinggo. Setelah sebelumnya sempat melakukan pelatihan produksi batu bata di desa setempat, Yuyun dan timnya juga menggelar berbagai pelatihan lain. “Salah satunya pelatihan dan sertifikasi K3 ini,” terangnya.

Baca Juga :  Ingin Jadi Data Analist atau Data Scientist? Pilih Program Studi Statistik dan Sains Data IPB University

Menurut Yuyun, pelatihan K3 diperlukan untuk menunjang wawasan fundamental para warga setempat dalam membangun hunian tersebut. Dengan demikian, proses pengembangan BIMA dapat menjadi sumber ekonomi tambahan dengan tetap mengindahkan keselamatan sebagai prioritas utama. “Kami ingin membekali para warga sebelum terjun langsung dalam produksi,” ungkapnya. 

Ketua tim riset, Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT kala membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Tak hanya warga Desa Sumberejo, kegiatan ini juga mengundang beberapa delegasi dari PT PLN dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Ia menerangkan, hal ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dari masing-masing mitra dalam mempersiapkan sertifikasi K3. Beberapa topik edukasi yang dibawakan bersama mereka adalah mengenai manajemen risiko, perancangan sistem tanggap darurat, cara komunikasi K3, pelaksanaan izin kerja, dan pengukuran faktor berbahaya di tempat kerja.

Selain itu, dijelaskan pula meliputi pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (P3K) di tempat kerja, pengelolaan alat pelindung diri (APD), program pelayanan kesehatan kerja, pengelolaan sistem dokumentasi kerja, dan penerapan manajemen risiko K3. “Evaluasi pemenuhan persyaratan dan prosedur K3 serta investigasi kecelakaan kerja juga dijelaskan pada pelatihan ini,” tandas Yuyun.

Baca Juga :  UKF IPB Selenggarakan Pendidikan Konservasi untuk Anak-Anak di Kampung Wisata Ciwaluh Desa Wates Jaya, Bogor
Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS, Agus Muhammad Hatta MSi PhD kala menyampaikan harapannya pada kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS, Agus Muhammad Hatta MSi PhD yang juga hadir ikut menyampaikan sukacita atas diselenggarakannya pelatihan ini. Ia mengatakan, budaya keselamatan kerja telah menjadi nyawa baru untuk mengembangkan kehidupan di Indonesia, terutama dalam hal pembangunan. “Saya harap gerakan ini dapat menjadi pondasi mantap yang membantu masyarakat terus berkontribusi dalam mengembangkan industri,” pungkasnya penuh harap. (HUMAS ITS)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...
722 Views