Talenta Riset Perguruan Tinggi Hadirkan Inovasi untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Jakarta – Indonesia memiliki banyak talenta riset dan inovasi unggul yang akan mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Hal ini dibuktikan dengan berbagai hasil karya sivitas akademika yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pada gelar wicara bertajuk “Inovasi Karya Sivitas Akademika menuju Indonesia Emas 2045″ (12/8), sebagai rangkaian Pameran Hakteknas 2023, tiga inovator dari perguruan tinggi berbagi cerita mengenai produk inovasinya.

Di bidang kesehatan, Zakaria Hermawan mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan dosen Sekolah Farmasi ITB Amirah Adlia membuat inovasi jasa pembuatan ASI Bubuk.

Zakaria menjelaskan ide awal terciptanya inovasi ini adalah untuk menghadirkan kemudahan bagi ibu yang masih harus menjalankan perannya sebagai ibu menyusui tetapi tetap ingin berkarier.

Dalam pengembangan produk, Amira menerangkan pembuatan ASI bubuk menggunakan teknologi pengeringan beku (dry freeze) untuk menjaga kualitas dan komponen dalam ASI agar tidak rusak.

“Penggunaan teknologi dalam pembuatan ASI bubuk menjadi tantangan untuk kita yang mana kita harus mengolah ASI tersebut agar menjadi bubuk dan tetap harus menjamin kualitas asi sebelum dan sesudah melalui proses pengeringan,” ujar Amira.

Amira menambahkan pengembangan bisnis ASI bubuk ini masih menyediakan jasa individual. Namun, ke depan akan ada rencana untuk mengembangkan inovasi ini ke arah hilirisasi industri.

Selanjutnya, di bidang pangan, Budi Setiadi Daryono dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan melon kecil seukuran apel, yang diberi nama Hikapel. Budi menjelaskan keberadaan melon berukuran kecil dan berbobot ringan ini adalah jawaban dari keresahan beberapa masyarakat Indonesia akan bobot melon di pasaran yang dinilai terlalu berat.

Baca Juga :  Sembilan PTN Peroleh Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 Kategori Informatif

Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa gen menjadi kunci utama lahirnya inovasi melon Hikapel. Gen ini yang membawa perbedaan dari melon-melon pada umumnya, yaitu berbobot ringan dan beraroma wangi.

“Gen yang menyebabkan ekspresi kita. Di dalam indukkan melon ini, ada gen yang bisa mengontrol ekspresi, bentuk, dan berat buah,” jelas Budi.

Dilansir dari laman UGM, buah Hikapel ini sudah dapat dijumpai di beberapa swalayan di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Melon ini juga dikembangkan menjadi salah satu produk ekspor buah-buahan Indonesia.

Inovasi unggulan lain di bidang kendaraan listrik yaitu bus listrik dari Universitas Indonesia (UI). Mohammad Adhitya inovator bus listrik UI menyebutkan inovasi ini sejalan dengan program UI GreenMetric sebagai sistem pemeringkatan kampus internasional berdasarkan komitmen atas kampus hijau dan keberlanjutan lingkungan.

“Hal yang dinilai dalam UI GreenMetric adalah seberapa hijau kampus di seluruh dunia. UI sendiri memiliki shuttle bus namanya bus kuning. Kami berpikir kalau bus kuning bisa dijadikan bertenaga listrik, maka akan membuat UI lebih hijau. Kebetulan di tahun 2012, ada kebijakan pemerintah untuk mengembangkan kendaraan listrik. Lima perguruan tinggi di Indonesia diminta untuk mengembangkan kendaraan listrik, termasuk UI, maka kami mengembangkan bus listrik berukuran besar,” ucapnya.

Baca Juga :  Sembilan Perguruan Tinggi di Surabaya dan Malang Siap Jadi Tuan Rumah ASEAN University Games 2024

Adhitya juga menjelaskan tantangan dalam melakukan inovasi adalah dalam menyesuaikan bobot bus listrik agar tetap sesuai dengan syarat berat total kendaraan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Berat total kendaraan yang ditentukan oleh pemerintah terkait dengan daya dukung jalan untuk bus ukuran 12 meter dengan dua sumbu roda, berat maksimumnya 16 ton. Kalau lebih dari itu akan ada masalah keamanan dan jalanan jadi cepat rusak karena bobotnya terlalu berat,” ujarnya.

Adhitya bersama timnya harus bekerja keras membuat bus listrik ini agar tidak lebih berat daripada bus biasa. Caranya dengan membuat karoseri, badan, dan kerangka bus listrik menjadi lebih ringan, tetapi sama kuatnya dengan bus biasa.

Adhitya menambahkan, saat ini bus listrik UI tengah dalam tahap sertifikasi dan harapannya di tahun depan dapat masuk e-catalog, sehingga dapat digunakan oleh masyarakat luas.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...
1340 Views