Hadapi Corona, Ditmawa ITS Siap Bantu Mahasiswa Makan Sehat

Menyusul kebijakan pembelajaran daring dalam mengantisipasi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun mengambil sikap taktis untuk membantu mahasiswa. Yakni dengan membentuk tim Ditmawa untuk Survival Mahasiswa Kost (DUSMAK).

Dijelaskan oleh Direktur Kemahasiswaan ITS, Dr Imam Abadi ST MT, pembentukan tim ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa kost terkait kebutuhan makan selama masa pencegahan mandiri Covid-19. Menurut Imam, pembentukan tim ini dilatarbelakangi oleh masalah yang dihadapi oleh mahasiswa ITS yang masih berada di sekitar kampus selama masa pembatasan sosial di kampus. “Salah satunya adalah sulitnya akses terhadap warung makan karena banyak yang tutup,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Imam, Ditmawa ITS kemudian membentuk tim DUSMAK ini. Ke depannya, tim ini akan membantu mahasiswa dalam mengakses warung makan atau katering dengan mudah. “Hal ini juga dapat meminimalisir kontak dengan pihak luar,” tambahnya.

Dosen Teknik Fisika ITS ini juga menerangkan, sejak dibentuk pada Minggu (22/3) lalu, tim DUSMAK segera menerjunkan anggotanya untuk melakukan survei lapangan. Mereka melakukan pendataan terhadap warung makan yang masih buka atau sudah tutup di sekitar ITS. Pendataan dibagi menjadi tiga zona, yaitu Keputih, Gebang, dan Kejawan.

Dikatakan Imam, pendataan tersebut berguna untuk mengetahui warung mana yang hendak bekerja sama dengan tim DUSMAK dalam menyediakan layanan konsumsi untuk mahasiswa. Selanjutnya, tim akan merekap data warung makan atau katering, daftar menu, dan kontak warung. “Sehingga mahasiswa dapat memilih dan memesan makanan sesuai keinginannya, makanan dapat diantar oleh pihak warung atau diambil sendiri oleh mahasiswa,” tuturnya.

Tidak sekedar memberikan informasi warung makan, tim DUSMAK juga memperhatikan kebersihan warung makan yang ikut bekerja sama. Menurut Imam, pihak Ditmawa memberikan protokol kesehatan yang ketat bagi warung makan atau katering yang hendak bekerja sama. Mulai dari protokol memasak sampai membungkus makanannya.

Ditmawa juga menyediakan alat kesehatan seperti masker dan sarung tangan yang harus digunakan selama proses memasak. “Warung makan dan katering yang bersangkutan juga harus mengirim foto saat mengolah makanannya,” ujarnya.

Selain pendataan warung makan, Imam juga memaparkan bahwa tim ini telah melakukan pendataan terhadap persebaran mahasiswa kost sekitar ITS. Pendataan mahasiswa dibagi menjadi empat zona, yaitu zona Keputih, Gebang, Kejawan, dan Asrama. “Gunanya untuk mengetahui persebaran mahasiswa, sehingga distribusi makanan bisa lebih mudah,” ungkapnya.

Selain layanan informasi warung makan dan katering, tim DUSMAK juga memberikan layanan distribusi bantuan dari donatur. Imam mengatakan, bantuan yang diterima dapat berupa makanan, suplemen, atau vitamin yang dapat meningkatkan imun mahasiswa ITS. Donasi ini juga dibagikan dalam empat zonasi seperti yang telah disebutkan.

Imam menambahkan, telah ada aksi distribusi donasi yang dilakukan. Misalnya pada Senin (23/3) lalu, tim DUSMAK telah mendistribusikan 118 nasi bungkus donasi dari Alumni Teknik Kimia ITS dan internal ITS pada zona Asrama Mahasiswa ITS. “Jika donasi semakin banyak, maka distribusi dapat dilakukan lebih luas ke tiga zona lainnya,” tuturnya.

Terakhir, Imam berharap dengan segala kemampuan yang terbatas ini mampu memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa ITS. Terutama bagi mereka yang masih ada di kampus dan sekitarnya agar mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi serta terbebas dari ancaman terpapar virus corona. “Karena mereka hidup jauh dari orang tua, setidaknya ikut meringankan sedikit beban mereka,” tutupnya.

Please follow and like us:
42

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *