Pertukaran Mahasiswa Merdeka Masih Dibuka hingga 2 Juli

Jakarta, 30 Juni 2021 – Sebanyak 20.000 mahasiswa menjadi target yang lolos seleksi dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Pendaftaran bisa diakses melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka di https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka Andi Ilham. Ia menambahkan jika mahasiswa ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan suasana yang berbeda maka bergabunglah dalam program ini. Karena program ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah nusantara.

“Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” tutur Andi Ilham.

Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti program ini, yaitu 1) mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN – PTS di seluruh tanah air; 2) memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah). Berikutnya, 3) memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif; 4) tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim; 5) bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka; serta 6) mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali.

“Jika memiliki semua persyaratan ini ayo daftar sekarang,” tekannya.

Andi Ilham mengatakan bahwa melalui program ini, terdapat tiga skema yang dapat dilipilih. Pertama, total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring. Kedua, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.

Baca Juga :  Ditjen Diktiristek Jajaki Peluang Kolaborasi Riset dengan CSIRO untuk Akselerasi Bangun Ekosistem Inovasi

Ketiga, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring. Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 sks dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan).

“Tantangan pendaftaran terbesar saat ini yaitu kekhawatiran mahasiswa untuk berpindah pulau di tengah kondisi pandemi saat ini. Oleh karenanya, kami menyiapkan beberapa skema atau alternatif supaya mahasiswa tetap bisa mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Jadi bagi mahasiswa jangan risau, yang paling penting ialah tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku,” tambah Andi.

Pada Acara Menuju Festival Kampus Merdeka-Pertukaran Mahasiswa Merdeka (12/06/2021), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam menyampaikan bahwa melalui program ini, selain mahasiswa berkuliah, mereka juga mendapat beragam pengayaan lain yang dapat menjadi bekal berharga bagi masa depannya.

“Selain adik-adik mengikuti perkuliahan mendapatkan sistem kredit semester (SKS) maksimal 20 SKS di perguruan tinggi mitra, kalian juga akan mendapatkan program pengayaan yang disiapkan oleh ribuan dosen yang berdedikasi penuh untuk membangun soft skills, membangun kompetensi dan membangun semangat kebersamaan, ke-Bhineka Tunggal Ika-an, dan kebhinnekaan global kita dari Sabang sampai Merauke,” terangnya.

Baca Juga :  Pendirian Universitas Okmin Papua, Mata Air bagi Pembangunan SDM di Papua

Selaras yang disampaikan pernyataan tersebut, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti, Aris Junaidi menjelaskan bahwa tahun ini program Pertukaran Mahasiswa Merdeka akan dikemas lebih menarik dan lebih beragam kegiatannya, baik itu Modul Nusantaranya maupuan mata kuliah yang dikemas.

Andi Ilham mendorong agar dapat memotivasi mahasiswanya untuk mendaftar serta memantau perkembangan jumlah dan proses pendaftaran program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Perguruan tinggi juga harus memfasilitasi mahasiswa untuk dapat berkonsultasi terkait pemilihan mata kuliah, memfasilitasi kelengkapan seluruh dokumen yang dibutuhkan oleh mahasiswa, serta menjelaskan mekanisme pemberangkatan ke perguruan tinggi penerima.

“Kepada peserta, kami berharap untuk selalu berkoordinasi dengan program studi dan penanggung jawab pada perguruan tinggi pengirim, mengakses akun pendaftaran mahasiswa, memilih mata kuliah yang ditawarkan perguruan tinggi mitra atau perguruan tinggi pengirim, mengunggah dokumen persetujuan dari perguruan tinggi pengirim, mengakses informasi penetapan perguruan tinggi penerima, menuju ke lokasi perguruan tinggi penerima untuk mengikuti pembelajaran secara luring dan atau daring, serta mengikuti kegiatan Modul Nusantara sesuai jadwal bersama dosen pembimbing dan mentor,” tutup Ilham.
(YH/DZI/FH/DH/NH/AK)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.dikti.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Dikti
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
1515 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x