Tim KKN ITS Perkenalkan Ilmu Falak Modern di Pesantren

Anggota tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) program pelatihan ilmu falak modern di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bulu Madiun

Madiun, ITS News – Seiring berkembangnya teknologi dan pesatnya globalisasi, ilmu falak yang menjadi salah satu pengajaran di pondok pesantren (ponpres) juga turut berkembang. Sayangnya, tak semua ponpres memiliki informasi terkait ilmu falak. Untuk menambah pengetahuan siswa ponpres terkait ilmu tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan pelatihan ilmu falak modern di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bulu Madiun Jawa Timur.

Akses informasi terkait ilmu falak modern ini masih terbatas untuk beberapa pesantren yang terletak di daerah terpencil, salah satunya Pondok Pesantren Miftahul Huda Bulu yang merupakan sekolah dasar di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. “Maka dari itu kami berupaya untuk memperkenalkan ilmu falak modern meliputi pengenalan sistem tata surya serta bintang bintang dan memberikan pelatihan pengamatan benda luar angkasa menggunakan teleskop,” tutur ketua tim KKN Muhammad Alvan Hidayatulloh.

Baca Juga :  Hadapi Virus Corona, UNSERA Terapkan Work From Home

Dalam praktiknya, ilmu falak mengintegrasikan pengetahuan astronomi dengan ajaran agama, terutama dalam agama Islam, di mana waktu dan arah ibadah yang ditentukan berdasarkan perhitungan astronomi seperti salat dan puasa. Ilmu falak modern menggunakan pendekatan matematika dan fisika yang kompleks, seperti mekanika benda langit, teori gravitasi, dan pengolahan data digital untuk mengkaji fenomena astronomi yang lebih akurat. “Ilmu falak terdahulu cenderung menggunakan pengamatan langit secara visual,” ucap mahasiswa Departemen Fisika ITS ini.

Dalam melangsungkan kegiatan tersebut, beberapa agenda telah dilangsungkan oleh tim KKN ITS. Dalam tahapan pertama, tim KKN ITS ini menjelaskan beberapa pengetahuan dasar mengenai sistem tata surya yang mencakup nama-nama planet dan satelit, jarak antar planet, serta karakteristik dan ciri khas tiap planet. “Disampaikan pula pengantar ilmu falak yang diberikan lewat seminar interaktif oleh dosen Departemen Fisika ITS, Heru Sukamto MSi,” jelas mahasiswa ITS angkatan 2020 ini.

Tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tim yang beranggotakan lima orang mahasiswa Departemen Fisika ITS juga memberikan pelatihan terkait cara merakit serta aplikasi teleskop kepada para santri. Lebih lanjut, hasil rakitan teleskop sederhana milik santri ini kemudian diuji coba untuk mengamati berbagai objek yang ada di sekitar mereka. Tentunya melalui bantuan dan pengawasan dari tim KKN ITS.

Baca Juga :  Program Studi Produksi Film dan Televisi dan Penyajian Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jalin Kerjasama dengan PT. Kairos Multi Jaya
Siswa Pondok Pesantren Miftahul Huda Bulu Madiun saat mencoba mengamati benda sekitar dengan teleskop

Terakhir, para santri turut dikenalkan mengenai pengamatan benda angkasa meliputi planet dan komet. Santri diajak mengamati objek di sekelilingnya dengan teleskop secara langsung santri juga dan diperlihatkan pula gambar serta video pengamatan benda angkasa langsung. “Pengamatan langit dengan dengan teleskop pada siang hari adalah hal berbahaya karena dapat memicu kerusakan mata,” ungkap lelaki kelahiran Jombang ini.

Melalui kegiatan KKN ini, Alvan berharap santri dan santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda Bulu memiliki ilmu tentang falak modern lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, pengetahuan baru yang didapatkan para santri seyogyanya mampu membantu mereka mengenal lebih dalam tentang penggunaan teleskop. “Ke depannya, kami mengharapkan agar para santri dapat lebih paham mengenai ilmu falak modern sehingga mampu menekan peredaran informasi palsu keilmuan ini,” pungkasnya.(HUMAS ITS)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...
858 Views